Walter Mazzarri Tetap Cibir Chievo

Walter Mazzarri Tetap Cibir Chievo – Dalam laga pertandingan pekan 19 yang berlangsung di Giuseppe Meazza pada hari Selasa (14/1) dini hari tadi, Inter Milan harus puas bermain imbang Chievo Verona dengan skor sama 1-1. Sebagai tim tuan rumah, Inter tertinggal lebih dulu melalui gol yang diciptakan Alberto Paloschi sebelum kemudian berhasil menyamakan kedudukan berkat gol balasan yang diciptakan oleh Yuto Nagamoto.

Dengan hasil yang dipetik dari pertandingan tersebut, Inter Milan rupanya belum bisa bangkit dari catatan buruk di dua laga sebelumnya yaitu dikalahkan 1-0 oleh Lazio di pertandingan Serie A dan juga oleh Undinese di pertandingan Coppa Italia. Alhasil, kini mereka masih terpaku di posisi kelima sementara dalam klasemen dengan koleksi 32 poin dari total 19 laga yang diikuti.

Sedangkan untuk Chievo, hasil imbangĀ  yang didapatkan merupakan hasil imbang keduanya di tahun 2014 ini yang sebelumnya ditahan imbang 0-0 oelh Cagliaro di Coppa Italia. Chievo kini berada di posisi ke 13 dengan perolehan nilai 21 poin.

Menanggapi performa tim Inter Milan atas pertandingannya dengN Chievo, allenatore Inter Milan, Walter Mazzarri mengaku cukup puas dengan penampilan yang disuguhkan para pemainnya meskipun harus imbang dengan tim tamu. Hanya saja Mazzarri menilai bahwa Chievo datang hanya untuk tampil membuat pertahanan yang baik saat menghadapi Inter.

Mazzarri menambahkan bahawa dia tak bisa meinta lebih dari yang diberikan timnya. Baik dia dan timnya sama-sama tahu bahwa tim tamu memiliki pola pertahanan yang sangat amat terorganisir dengan baik. Secara fisik, tim Chievo juga memiliki fisik yang sangat tangguh.

Mazzarri juga sebenarnya merasa kecewa atas hasil imbang didapatkan. Seperti yang ia katakana pada Sky Sport Italia, bahwa seharusnya Inter bisa unggul setidaknya 2-1 dai tim tamu karena Rodrigo Palacio memiliki peluang yang sangat bagus.

Mazzarri mengungkapkan jika saja Inter bisa memimpin satu angka diatas Chievo, maka pertandingan tentunya akan menjadi lebih menarik dengan menghasilkan ruang-ruang yang terbuka. Inter dan dirinya tahu bahwa untuk bermain sepakbola, dibutuhkan dua tim yang sama-sama hebat. Namun yang Mazzarri lihat, Chievo datang hanya untuk bertahan bukan bermain dan berharap timnya memunculkan kesalahan agar mereka bisa menyerang Inter dengan serangan baliknya.

Mazzarri beranalisis bahwa ketika tim lawan fokus untuk bertahan saja, maka timnya harus dipaksa menggulirkan bola untuk mencuri ruang. Itulah yang terus mereka lakukan, terus melakukan pertahanan dan menunggu Inter membuat kesalahan.

Secara mentalitas, Inter selalu ingin meraih kemenangan dan wajar jika memang ada kesalahan. Saat menutup wawancaranya, dia menambahkan bahwa para pemain yang belum cukup berpengalaman akan menutup ruang saat melakukan serangan dan membuat ruang terbuka di lini belakang.